twitter
googleplus
facebook
View Animations
  • Peta sumbawa kuno oleh Melvill van Carnbe e P Pieter Baron 1856

  • Istana Kesultanan sumbawa Kuno

  • Sultan Djalaluddin dengan para pengawalnya

  • Istri Sultan Sumbawa Bersamawa Keluarga

  • Pejabat Kesultanan sumbawa

  • Demung Camat Kepala Kampung

  • Kondisi Perkampungan Sumbawa Kuno

  • Rakyat Pulau Sumbawa

  • YUBILIUM 1946 Bertahtanya YM.Sultan Muhammad Kaharuddin lll

  • Sultan Sumbawa Bima, dan sukarno



Tampilkan postingan dengan label Lombok timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lombok timur. Tampilkan semua postingan

Data Umum



Letak Geografis
Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu kabupaten diantara sembilan Kabupaten/Kota di Propinsi Nusa Tenggara Barat, berada di sebelah timur Pulau Lombok, dengan letak geografis antara 116° - 117° Bujur Timur dan 8° - 9° Lintang Selatan. Luas wilayahnya tercatat 2.679,88 km2 , terdiri atas daratan seluas 1.605,55 km2 atau (59,91%) dan lautan seluas 1.074,33 km2 (40,09 %).

Secara administratif Kabupaten Lombok Timur terdiri dari 20 Kecamatan, 13 kelurahan, 106 Desa, 772 lingkungan/dusun dengan batas administrasi sebagai berikut :





1. Sebelah Utara : Laut Jawa
2. Sebelah Selatan : Samudra Indonesia
3. Sebelah Barat : Kabupaten Lombok Tengah
4. Sebelah Timur : Selat Alas



Topografi

Berdasarkan topografi wilayahnya, Kabupaten Lombok Timur terletak pada ketinggian antara 0 – 3.726 meter diatas permukaan laut dengan kemiringan lereng bervariasi mulai dari klas kemiringan lereng antara 0 – 2 % sampai klas kemiringan lereng lebih dari 40 %.

Hasil perhitungan BPN Kabupaten Lombok Timur menetapkan bahwa

1. Kelas kemeringan lereng antara 0-2 % adalah berupa daerah dataran yang tersebar di Kecamatan Jerowaru, Keruak, Labuhan Haji dan Pringgabaya dengan luas keseluruhan mencapai 25.760 Ha;
2. Kelas kelerengan antara 2-15% tersebar di Kecamatan Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Masbagik, Pringgasela, Aikmel, Wanasaba, Suela dan Sambalia dengan luas wilayah keseluruhan mencapai 96,763 Ha;
3. Kelas kelerengan antara 15-40% mencakup Kecamatan Suela dan sebagian wilayah Kecamatan Sembalun;
4. Kelas kelerengan lebih dari 40% meliputi daerah Pegunungan rinjani dengan luas wilayah mencapai 13.810 Ha.

Jenis Tanah

Jenis tanah di Kabupaten Lombok Timur secara umum terdiri atas :





1. Jenis Aluvial
2. Regosol
3. Grumosol
4. Mediteran
5. Asosiasi Litosol
6. Litosol Coklat kemerahan.



Adapun penyebaran jenis tanah berdasar kan wilayah kecamatan yang ada diperoleh gambaran sebagai berikut:

1. Tanah jenis Grumosol tersebar di Kecamatan Keruak, Jerowaru, Terara, Montong Gading, Sikur, Sukamulia, Suralaga, Selong, Labuhan Haji, sebagian Aikmel, Wanasaba dan sebagian Kecamatan Sembalun, dengan luas 38.423 Ha (23,93%) dari seluruh luas Kabupaten Lombok Timur.
2. Kecamatan Keruak dan Jerowaru mempunyai luas Grumosol 18.462 Ha (11,50%), sedagkan Kecamatan Sukamulia dan Suralaga hanya 23 Ha.

Seperti daerah lainnya di Indonesia, Kabupaten Lombok Timur juga beriklim tropis yang ditandai dengan dua musim yaitu musim panas dan musim penghujan. Curah hujan rata-rata sebesar 1882 mm/tahun dengan jumlah hari hujan perbulan 15 hari. Adapun Kecamatan yang basah pada musim penghujan adalah Kecamatan Aikmel, Suela, Sembalun, Masbagik Pringgasela, Montong Gading. Sedangkan daerah kering adalah Kecamatan Keruak dan Jerowaru dengan curah hujan rata-rata 1.080 mm/tahun.
Pola Curah Hujan

Keadaan iklim di Kabupaten Lombok Timur termasuk iklim tropis dengan tempertur tertinggi berkisar 30 - 33ºC dan temperatur terendah berkisar 20 - 25ºC. Beberapa tahun terakhir ini pengaruh perubahan iklim global (global climate change) sebagai akibat pemanasan global (global warming) telah pula dirasakan sebagaimana daerah-daerah lainnya di Indonesia. Hal ini terlihat dari fluktuasi curah hujan dan hari hujan yang terjadi. Pada tahun 2003 curah hujan yang ada tercatat 1.258,9 mm dengan hari hujan sebanyak 99,4 hari dan pada kemudian tahun 2007 curah hujan tersebut berubah menjadi 1.427,1 mm dengan hari hujan sebanyak 91,3 hari.




Pola Penggunaan Tanah

Pola penggunaan tanah di Kabupaten Lombok Timur, jika diperhatikan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir mengalami perubahan yang signifikan, hal ini terkait dengan adanya konversi penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi permukiman dan perdagangan/jasa.Permukiman-permukiman baru dibangun pada area-area yang dahulunya merupakan area pertanian lahan basah maupun lahan kering. Selain itu dengan makin berkembangnya pertumbuhan di sector perkebunan terutama untuk komoditi tembakau Virginia, pada beberapa lokasi pertanian lahan basah di wilayah Kecamatan Sikur dan Terara terjadi konversi lahan pertanian ke fasilitas perdagangan/jasa.

Dengan makin tingginya biaya ekonomi di Kota Mataram dan meningkatnya permintaan beberapa komoditi barang dan jasa di Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa, mendorong para pelaku usaha yang tadinya memiliki fasilitas pergudangan dan perdagangan di Kota Mataram mengalihkan beberapa fasilitasnya ke Lombok Timur karena dianggap lebih efisien dan murah. Sebab lain adalah adanya kebijakan pemekaran wilayah pada beberapa tahun yang lalu dari 10 (sepuluh) kecamatan menjadi 20(dua puluh) kecamatan, maka penggunaan tanah menyesuaikan dengan batas administrasi yang baru dikembangkan.

Meskipun terjadi konversi lahan terutama persawahan pada kawasan-kawasan sepanjang jalur jalan nasional tetapi perkembangan penggunaan tanah sawah juga terjadi tersebar merata di beberapa wilayah kecamatan, namun yang paling menonjol adalah Kecamatan Jerowaru dan Kecamatan Aikmel dengan jumlah total penggunaan tanah sawah 43.927 Ha. Hutan yang terdapat di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki fungsi sebagai kawasan konservasi, penangkap air (cathment area) dan kawasan penyangga memiliki luas areal 59.440 Ha, sedangkan penggunaan tanah yang belum diketahui penggunaannya memiliki luas areal 21.753 Ha.

Daerah Aliran Sungai

Wilayah Kabupaten Lombok Timur dilalui oleh banyak aliran sungai dan anak sungai, akan tetapi tidak semua sungai berair sepanjang tahun. Danau hanya satu di daerah ini, yaitu danau Segara Anak yang berada diperbatasan antara Kabupaten Lombok Barat dengan Kabupaten Lombok Timur, yang luasnya kira-kira 30 Km2 dengan kedalaman tertinggi 200 meter.

Berdasarkan perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air di Kabupaten Lombok Timur, maka tingkat potensi air untuk keperluan irigasi dan air minum dan untuk pusat-pusat kegiatan dapat digambarkan dalam Daerah Aliran Sungai sebagai berikut:

1. Sungai Bendung

Air hanya mampu melayani irigasi seluas 1331 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan November sampai dengan pertengahan bulan Maret. Air bagi tanaman palawiija hanya cukup sampai 120 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni. Air minum untuk kecamatan Keruak, besarnya 32 l/dt dan hanya bisa tersedia antara bulan Oktober sampai pertengahan Mei, sedangkan untuk bulan-bulan lainnya perlu mendapatkan tambahan dari sumber-sumber lain, seperti Air tanah.
2. Sungai Kermit (Kecamatan Sakra)

Debit air hanya mampu melayani irigasi seluas 648 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam pada bulan Desember sampai April. Ketersediaan air bagi tanaman palawija hanya cukup untuk mengairi 185 Ha. Air minum untuk Kecamatan Sakra, besarnya 35 l/dt dan hanya tersedia dari sungai Kermit .
3. Sungai Aik Kampat (Kecamatan Sikur)

Air hanya mampu melayani irigasi maksimum 130 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai tanam padi antara Bulan Oktober sampai Juni, sedangkan untuk palawija hanya cukup untuk mengairi sawah seluas 130 Ha. Air minum untuk kecamatan Sikur besarnya 17 l/dt dan hanya bisa tersedia dari sungai Aik Kampat. Antara bulan November sampai dengan bulan Juni, sedangkan pada bulan lain perlu dicari tambahan sumber air.
4. Sungai Belimbing

Air hanya mampu melayani irigasi seluas 597 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan November sampai dengan pertengahan bulan Maret. Air bagi tanaman palawija hanya cukup sampai 120 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni. Air minum untuk kecamatan Selong dan Masbagik besarnya 63 l/dt dan hanya bisa tersedia antara bulan November sampai pertengahan Juni, sedangkan untuk bulan-bulan lainnya perlu mendapatkan tambahan dari sumber-sumber lain, seperti Air tanah atau dari sungai lainnya.
5. Sungai Korleko

Air hanya mampu melayani irigasi seluas 199 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan Desember sampai dengan pertengahan bulan Maret. Air bagi tanaman palawija hanya cukup sampai 120 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni. Air minum untuk kecamatan Selong dan Masbagik besarnya 14l/dt dan hanya bisa tersedia antara bulan November sampai pertengahan Juni, sedangkan untuk bulan-bulan lainnya perlu mendapatkan tambahan dari sumber-sumber lain, seperti Air tanah atau dari sungai lainnya.
6. Sungai Tibulisung

Air hanya mampu melayani irigasi seluas 2.319 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan Desember sampai dengan pertengahan bulan April. Air bagi tanaman palawija hanya cukup sampai 1.168 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni. Air minum untuk kecamatan Aikmel besarnya 53l/dt dan bisa tersedia sepanjang tahun.
7. Sungai Segara (Kec. Pringgabaya)

Air hanya mampu mengairi irigasi seluas 55 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan Januari sampai dengan pertengahan bulan Mei Air bagi tanaman palawija hanya cukup sampai 55 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni.

Air minum untuk kecamatan Pringgabaya besarnya 30 l/dt dan hanya bisa tersedia dari sungai Dodokan antara bulan Januari sampai pertengahan Juli, sedangkan untuk bulan-bulan lainnya perlu mendapatkan tambahan dari sumber-sumber lain, seperti Air tanah atau dari sungai lainnya.
8. Sungai Sambelia

Air hanya mampu melayani irigasi seluas 354 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan Desember sampai dengan pertengahan bulan April. Air bagi tanaman palawija hanya cukup sampai 185 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni. Air minum untuk kecamatan Sambelia besarnya 46l/dt dan hanya bisa tersedia dari sungai Dodokan antara bulan Desember sampai pertengahan Juli, sedangkan untuk bulan-bulan lainnya perlu mendapatkan tambahan dari sumber-sumber lain, seperti Air tanah atau dari sungai lainnya.
9. Sungai Beburung (Kecamatan Sambelia)

Air hanya mampu melayani irigasi seluas 1.000 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan Desember sampai dengan pertengahan bulan April. Air bagi tanaman palawija hanya cukup sampai 1.000 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni.









Sejarah

Sejarah Terbentuknya Kabupaten Lombok Timur


Pada masa penjajahan Belanda Pulau Lombok dan Bali dijadikan satu wilayah kekuasaan pemerintahan dengan status Karesidenan dengan ibukota Singaraja berdasarkan Staabtlad Nomor 123 Tahun 1882 kemudian berdasarkan Staatblad Nomor 181 tahun 1895 tanggal 31 Agustus 1895 Pulau Lombok ditetapkan sebagai daerah yang diperintah langsung oleh Hindia Belanda. Staatblad ini kemudian disempurnakan dengan Staatblad Nomor 185 Tahun 1895 dimana Lombok diberikan status “Afdeeling” dengan ibukota Ampenan. Dalam afdeeling ini Lombok dibagi menjadi dua Onder Afdeeling yaitu Onder Afdeeling Lombok Timur dengan ibukota Sisi’ (Labuhan Haji) dan Onder Afdeeling Lombok Barat dengan ibukota Mataram, masing-masing Onder Afdeeling diperintah oleh seorang Contreleur (Kontrolir).

Untuk Lombok Timur dibagi menjadi 7 wilayah kedistrikan yaitu Pringgabaya, Masbagik, Rarang, Kopang, Sakra, Praya dan Batukliang. Akibat pecahnya perang Gandor melawan Belanda tahun 1897 dibawah pimpinan Raden Wirasasih dan Mamiq Mustiasih maka pada tanggal 11 Maret 1898 ibukota Lombok Timur dipindahkan dari Sisi’ ke Selong. Selanjutnya dengan Staatblad Nomor 248 tahun 1898 diadakan perubahan kembali terhadap Afdeeling Lombok yang semula 2 menjadi 3 Onder Afdeeling yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Untuk Onder Afdeeling Lombok Timur terdiri dari 4 kedistrikan yaitu Rarang, Masbagik, Sakra dan Pringgabaya. Dalam perkembangan berikutnya dibagi lagi menjadi 5 distrik yaitu:

‡
Rarang Barat dengan ibukota Sikur dipimpin oleh H. Kamaluddin
‡ Rarang Timur dengan ibukota Selong dipimpin oleh Lalu Mesir
‡ Masbagik dengan ibukota Masbagik dipimpin oleh H. Mustafa
‡ Sakra dengan ibukota Sakra dipimpin oleh Mamiq Mustiarep
‡ Pringgabaya dengan ibukota Pringgabaya dipimpin oleh L. Moersaid


Seiring dengan terbentuknya daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Barat dengan Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1958 maka dibentuk pula 6 (enam) Daerah Tingkat II dalam lingkungan Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat berdasarkan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 1958. Secara yuridis formal maka daerah Swatantra Tingkat II Lombok Timur terbentuk pada tanggal 14 Agustus 1958 yaitu sejak di undangkannya Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 dan Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958.

Pembentukan daerah Swatantra Tingkat II lombok Timur secara nyata dimulai dengan diangkatnya seorang Pejabat Sementara Kepala Daerah dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor UP.7/14/34/1958 tanggal 29 Oktober 1958 dan sebagai Pejabat Sementara Kepala Daerah ditetapkan Idris H.M. Djafar terhitung 1 Nopember 1958.

Setelah terbentuknya Daerah Swatantra Tingkat II Lombok Timur maka selambat-lambatnya dalam waktu 2 tahun PJS Kepala Daerah harus sudah membentuk Badan Legislatif (DPRD) yang akan memilih Kepala Daerah yang definitif. Dengan terbentuknya DPRD maka pada tanggal 29 Juli 1959 DPRD Lombok Timur berhasil memilih Anggota Dewan Pemerintah Daerah Peralihan yaitu Mamiq Djamilah, H.M. Yusi Muchsin Aminullah, Yakim, Abdul Hakim dan Ratmawa.

Dalam perkembangan berikutnya DPRD Daswati II Lombok Timur dengan keputusan Nomor 1/5/II/104/1960 tanggal 9 April 1960 mencalonkan dan mengusulkan L. Muslihin sebagai Kepala Daerah yang kemudian mendapat persetujuan pemerintah pusat dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor UP.7/12/41-1602 tanggal 2 Juli 1960. Dengan demikian L. Muslihin Bupati Kepala Daerah Lombok Timur yang pertama sebagai hasil pemilihan oleh DPRD Tingkat II Lombok Timur. Jabatan tersebut berakhir sampai 24 Nopember 1966.

Sejalan dengan pemerintahan di daerah maka berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I NTB tanggal 16 Mei 1965 Nomor 228/Pem.20/1/12 diadakan pemekaran dari 5 distrik menjadi 18 distrik (Kecamatan) yang membawahi 73 desa, yaitu Kecamatan Selong, Dasan Lekong, Tanjung, Suralaga, Rumbuk, Sakra, Keruak, Apitaik, Montong Betok, Sikur, Lendang Nangka, Kotaraja, Masbagik, Aikmel, Wanasaba, Pringgabaya, Sambelia dan Terara.

Dengan Surat Keputusan Mendagri Nomor UP.14/8/37-1702 tanggal 24 Nopember 1966 masa jabatan L. Muslihin berakhir dan diganti oleh Rahadi Tjipto Wardoyo sebagai pejabat Bupati sampai dengan 15 Agustus 1967. Selanjutnya dengan SK Mendagri Nomor UP.9/2/15-1138 tanggal 15 Agustus 1967 diangkatlah R.Roesdi menjadi Bupati Kepala Daerah Tingkat II Lombok Timur yang definitif. Pada masa pemerintahan R. Roesdi dibentuk alat-alat kelengkapan Pemerintah Daerah yaitu Badan Pemerintah Harian dengan anggota H.L.Moh. Imran, BA, Mustafa, Hasan, L. Fihir dan Moh. Amin.

Pada periode ini atas pertimbangan efisiensi dan rentang kendali pengawasan serta terbatasnya sarana dan prasarana maupun personil diadakanlah penyederhanaan kecamatan dari 18 menjadi 10 kecamatan yaitu Kecamatan Selong, Sukamulia, Sakra, Keruak, Terara, Sikur, Masbagik, Aikmel, Pringgabaya dan Sambelia.

Berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor Pemda/7/18/15-470 tanggal 10 Nopember 1973 masa jabatan R. Roesdi selaku Bupati KDH Tingkat II Lombok Timur diperpanjang. Kemudian dengan berlakunya UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintah di Daerah, kedudukan Bupati dipertegas sebagai penguasa tunggal di daerah sekaligus sebagai administrator pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Pada periode ini dibentuk Sekretariat Wilayah/Daerah sebagai pelaksana UU Nomor 5 tahun 1974. Pemerintah kecamatan pada masa ini masih tetap 10 kecamatan sedangkan desa berjumlah 96 dengan rincian desa swakarsa 91, swadaya 2 dan swasembada 3 desa. Jumlah dinas 6 buah yaitu Dinas Pertanian Rakyat, Perikanan, Perkebunan, Kesehatan, PU dan Dispenda sedangkan instansi vertikal 19 buah.

Perkembangan selanjutnya yaitu pada periode 1979-1988 Bupati KDH Tingkat II Lombok Timur dijabat oleh Saparwadi yang ditetapkan melalui SK Menteri Dalam Negeri Nomor Pem.7/4/31 tanggal 7 Februari 1979, jabatan ini dipangku selama 2 periode namun berakhir sebelum waktunya karena meninggal dunia 13 Maret 1987. Pada periode ini terjadi pergantian Sekwilda dari Moh. Amin kepada Drs. L. Djafar Suryadi. Oleh karena meninggalnya Saparwadi maka oleh Gubernur NTB Gatot Suherman menunjuk Sekwilda H. L. Djafar Surayadi sebagai Pelaksana Tugas Bupati Lombok Timur dengan SK Nomor 314 tahun 1987 tanggal 21 Desember 1987.

Kemudian dengan keputusan DPRD Nomor 033/SK.DPRD/6/1988, DPRD berhasil memilih calon Bupati Kepala Daerah yaitu Abdul Kadir dengan 36 suara, H.L.Ratmawa 5 suara dan Drs. H. Abdul Hakim 4 suara, dengan demikian maka Abdul Kadir berhak menduduki jabatan sebagai Bupati Lombok Timur sesuai SK Mendagri Nomor 131.62-556 tanggal 13 Juli 1988, jabatan ini berakhir sampai tahun 1993. Pada tahun 1989 terjadi pergantian Sekwilda dari Drs. Djafar Suryadi kepada Drs. H. L. Fikri yang dilantik 23 Nopember 1989.

Periode berikutnya tahun 1993-1998 Bupati Lombok Timur dijabat Moch. Sadir yang ditetapkan dengan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 131.61-608 tanggal 3 Juli 1993 dan dilantik 28 Juli 1993. Pada masa kepemimpinan nya dibangun Wisma Haji Selong, Taman Kota Selong, Pintu Gerbang Selamat Datang serta Kolam Renang Tirta Karya Rinjani. Pada periode ini H.L. Fikri selaku Sekwilda ditarik ke Propinsi untuk sementara menunggu Sekwilda yang definitif ditunjuklah Moch. Aminuddin,BA Ketua BAPPEDA saat itu sebagai Pelaksana Tugas Sekwilda sampai dengan dilantiknya H. Syahdan, SH.,SIP. sebagai Sekwilda definif berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 862.212.2-576 tanggal 8 Februari 1996.

Ditengah situasi negara yang sedang dilanda berbagai krisis dan berhembusnya era reformasi yang ditandai berhentinya Soeharto sebagai Presiden RI pada bulan Mei 1998, bulan Agustus 1998 DPRD Dati II Lotim berdasarkan hasil Pemilu 1997 megadakan pemilihan Bupati Lombok Timur masa bakti 1999-2003. Tiga calon Bupati saat itu adalah H. Moch. Ali Bin Dachlan, SH,Achman Muzahar, SH dan H. Syahdan, SH.,SIP. Dalam pemilihan itu H. Syahdan, SH.,SIP. terpilih sebagai Bupati dengan memperoleh suara 23, H. Moch. Ali Bin Dachlan, SH, meperoleh 21 suara sedangkan Achman Muzahar, SH tidak mendapat suara.

Pada kepemimpinan H. Syahdan, SH jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dijabat oleh H. L. Kamaluddin, SH yang dilantik berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 862.212.2-2145 tanggal 26 Mei 1999. Sebagai dampak bergulirnya era reformasi pada tahun 1999 dilaksanakan pemilihan umum diseluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Lombok Timur yang diikuti banyak partai politik. Dari hasil Pemilu 1999 di Lombok Timur berhasil membentuk DPRD periode 1999-2004. Pada periode ini berlangsung suksesi kepemimpinan Bupati Lombok Timur. DPRD berhasil menetapkan 5 pasangan calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah. Pada pemilihan yang berlangsung sangat demokratis ini berhasil terpilih H. Moh. Ali Bin Dachlan sebagai Bupati Lombok Timur dan H. Rachmat Suhardi, SH sebagai Wakil Bupati Lombok Timur untuk masa bakti 2003-2008. Pasangan Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah ini dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 131.62-462 Tahun 2003 dan Nomor: 132.62-463 Tahun 2003 tertanggal 27 Agustus 2003.

Tahun 2004 berlangsung pemilihan umum anggota DPR/DPD, DPRD I, DPRD II, termasuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Untuk Kabupaten Lombok Timur berhasil terbentuk DPRD Periode 2004-2009 dan dilantik pada tanggal 5 Agustus 2004, sedangkan Pimpinan DPRD dilantik pada tanggal 18 Mei 2005 dengan Ketua H. M. Syamsul Luthfi, SE, Wakil Ketua TGH. Nasruddin dan H. Syamsuddin Gahtan. Pada tahun 2006 berlangsung pergantian jabatan Sekretaris Daerah dari H. L. Kamaluddin, SH kepada penggantinya L. Nirwan, SH.

Pada tanggal 7 Juli 2008 Lombok Timur melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang menetapkan 3 (tiga) pasangan Calon Kepala Daerah. Berdasarkan hasil rapat rekapitulasi perhitungan suara oleh KPUD Lotim, pasangan H.M. Sukiman Azmy dan H.M. Syamsul Luthfi (SUFI) meraih suara terbanyak yakni 49,90 persen suara. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 131.52 - 650 Tahun 2008 pasangan Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah ini dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur masa bhakti 2008-2013.


Lambang Daerah


Penjelasan

♣ Perisai Segi Lima berwarna kuning dan hitam melambangkan seni dan budaya yang berdasarkan Pancasila
♣ Bintang Persegi Lima berwarna kuning emas melambangkan Tuhan Yang Maha Esa
♣ Padi dan Kapas, padi berwarna kuning, kapas berwarna hijau dan putih melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan
♣ Bunga Teratai bersegi lima berwarna putih melambangkan kesucian yang berdasarkan Pancasila
♣ Gunung yang berwarna biru tua dan berasap melambangkan
* Gunung melambangkan gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi di Lombok Timur yang mengandung arti kebesaran jiwa membangun kejayaan
* Asap menandakan gunung berapi yang berarti melambangkan jiwa masyarakat Lombok Timur yang dinamis
♣ Dataran berwarna hijau dibawah gunung adalah dataran yang melambangkan daerah yang bersifat agraris
♣
Tugu bertangga lima tingkat berwarna kuning melambangkan semangat perjuangan masyarakat Lombok Timur dalam membela dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia dengan jiwa patriotisme Pancasila
♣ Roda bergigi dua belas berwarna putih melambangkan usaha pemerintah dan rakyat yang tak henti-hentinya untuk mencapai masyarakat adil dan makmur
♣ Pita berwarna putih melambangkan kedaulatan dan kebesaran Negara Republik Indonesia
♣Pita bertuliskan Patuh Karya adalah motto Kabupaten Lombok Timur
♣Saat terbentuknya Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 27 Desember 1958 dinyatakan dengan jumlah:
• Kapas sebanyak 27 buah
•Gigi Roda sebanyak 12 buah
• Padi sebanyak 58 buah.



Kualitas SDM

Kualitas SDM

Kualitas sumberdaya manusia di Kabupaten Lombok Timur masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari rendahnya angka Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang dicapai dalam periode 2005-2007. IPM Kabupaten Lombok Timur mencapai 59,60 pada tahun 2005 kemudian sebesar 60,30 pada tahun 2006 dan sebesar 60,91 pada tahun 2007 (BPS NTB, 2007). Berdasarkan data BPS NTB (2007) dalam periode 2005-2007; IPM Kabupaten Lombok Timur berada urutan kedua dari bawah (peringkat 7) dari 9 (sembilan) kabupaten/kota di Provinsi NTB. Pada tahun 2004 posisi IPM Kabupaten Lombok Timur berada pada peringkat 428 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Pada tahun 2005; IPM Kabupaten Lombok Timur turun peringkat menjadi 429 dan peringkat IPM Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2006 justru lebih terpuruk lagi; yaitu turun menjadi 441. Disisi lain, IPM rata-rata yang dicapai Kabupaten Lombok Timur dalam periode 2004-2006 sebesar 60,27 berada dibawah IPM rata-rata Provinsi NTB sebesar 63,11 dalam periode yang sama.

Peringkat IPM Kabupaten Lombok Timur dari seluruh
Kabupaten/kota di Indonesia



Sementara itu hasil SUSEDA 2007 memperlihatkan bahwa proporsi penduduk usia 10 tahun keatas yang tidak pernah bersekolah/ tidak tamat SD tercatat 41,31 %, tamat SD 30,36 %, tamat SMTP 15,48 % dan tamat SMTA 12,85 %.

Pada saat yang sama Angka Partisipasi Sekolah (APS) penduduk usia 7 – 12 tahun (SD) mencapai 97,73 %, APS penduduk usia 13 – 15 tahun (SLTP) 84,63 %, APS penduduk usia 16- 18 tahun (SLTA) 50,61 %. Keadaan ini tentu saja masih memprihatinkan karena hal ini berarti pada tingkat usia SD, SLTP dan SLTA masih banyak penduduk usia sekolah yang tidak/belum bersekolah maupun yang tidak bersekolah lagi. Pada tingkat usia SD tercatat 1,47 % yang tidak/belum bersekolah dan 1,46 % yang tidak bersekolah lagi; pada tingkat usia SLTP tercatat yang tidak/belum pernah sekolah 0,54 % dan yang tidak sekolah lagi 14,83 %; pada tingkat usia SLTA tercatat yang tidak/belum pernah sekolah 1,82 % dan yang tidak sekolah lagi 47,57 %.

Pada tahun 2007 rasio murid SD/MI terhadap sekolah tercatat 181,37; rasio murid SMP/Mts terhadap sekolah tercatat 223,6; rasio murid SMA/MA terhadap sekolah tercatat 28,6. Sedangkan rasio murid SD/MI terhadap guru tercatat 20,6; rasio murid SMP/MTs terhadap guru 9,8; dan rasio murid SMA/MA terhdap guru 8,7.

Derajat kesehatan dan status gizi masyarakat di Kabupaten Lombok Timur tergolong masih rendah, hal ini antara lain tercermin dari masih rendahnya angka harapan hidup, masih tingginya Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Ibu Melahirkan dan Kurang Gizi pada Balita serta pola penyakit yang diderita masyarakat umumnya sebagian besar berupa penyakit menular. Pada tahun 2006 Angka Kematian Bayi 77 per 1000 kelahiran hidup, Angka Kematian Ibu 63,7 per 100.000 persalinan, angtka gizi buruk 3,51 persen, dan angka kesakitan 23,17 persen.

Pada sisi lain jumlah tenaga kesehatan dan Fasilitas kesehatan cukup tersedia, pada tahun 2007 tenaga kesehatan terdiri dari tenaga medis 84 orang, dokter spesialis 7 orang, dokter umum 58 orang, dokter gigi 19 orang, tenaga kesehatan lainnya (gizi, sanitarian, kesehatan masyarakat dan teknis medis) 354 orang, perawat 478 orang dan bidan 219 orang. Dari data tersebut diatas di ketahui bahwa dalam seratus ribu penduduk tersedia Tenaga medis 8 orang , dokter spesialis 1 orang, dokter umum 5 orang, dokter gigi 2 orang, tenaga kesehatan lainnya 33 orang, perawat 45 orang dan bidan 20 orang. Pada saat yang sama jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Lombok Timur tercatat 1.792 buah yang terdiri atas rumah sakit umum 1 unit, rumah sakit lainnya (RS Kusta) 1 unit, puskesmas 29 unit, puskesmas pembantu 80 unit, BKIA 1 Unit, apotik 18 unit, posyandu 1.385 unit, Posyandu ASTA 28 unit, polindes 109 unit, pos obat desa 63 unit, poskestren 51 unit dan pusat informasi kesehatan 26 unit.

Dalam upaya terus menekan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kualitas kehidupan keluarga maka program keluarga berencana akan terus ditingkatkan. Pada tahun 2003 jumlah akseptor KB tercatat 184.007 orang atau 83,67 % dari 220.534 orang PUS yang ada kemudian meningkat menjadi 207.506 orang atau 88,14 % dari 235.435 PUS pada tahun 2007. Dengan demikian selama lima tahun terakhir ini jumlah peserta KB meningkat rata-rata 2,43 % pertahun.

Potensi Daerah

Bidang Pertanian

































No. Lapangan Usaha2003200420052006
1.

Pertanian
40,5640,3839,8337,90
2.Pertambangan dan Penggalian4,034,294,414,52
3.Industri7,337,237,387,47
4.Listrik, gas dan air bersih0,260,260,270,25
5.Bangunan8,268,258,398,49
6.Perdagangan Hotel dan Restoran16,3816,5616,8318,06
7.Pengangkutan dan Komunikasi5,385,515,656,17
8.Keuangan,persewaan dan jasa perusahaan4,694,594,704,73
9.jasa-jasa13,1012,8212,5612,41
PDRB100,00100,00100,00100,00


Dalam periode 2003-2006 sektor pertanian memberikan konstribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Lombok Timur dengan kontribusi sebesar 40,95%(2003); 40,95%(2004); 40,25%(2005) dan 38,95% (2006). Meskipun kontribusi terbesar PDRB berasal dari sektor pertanian; namun sektor ini belum mendapat perhatian selama periode 2003-2006 yang ditunjukkan dengan menurunnya kontribusi sektor pertanian dalam periode 2003-2006. Dalam pada itu, sektor lain yang memberikan kontribusi terhadap PDRB setelah sektor pertanian adalah perdagangan, hotel dan restoran dengan kontribusi sebesar 15,65%(2003); 15,49%(2004); 15,57%(2005); 16,44%(2006).

Sumber Daya Hutan

Pada tahun 2007, hutan di Kabupaten Lombok Timur tercatat seluas 50.106 Ha yang terdiri atas hutan lindung 20.841 Ha (41,59 %), hutan produksi 7.119 Ha (14,21 %), hutan konservasi (Taman Nasioan Gunung Rinjani) 22.146 Ha (44,20 %).

Dari seluruh luas kawasan hutan tersebut telah terjadi kerusakan 30 % sebagai akibat kebakaran hutan, perambahan hutan dan ladang berpindah. Kondisi ini kemudian menyebabkan lahan kritis menjadi semakin bertambah. Data Dinas Kehutanan Propinsi NTB menunjukkan bahwa luas lahan kritis di Kabupaten Lombok tahun 2006 tercatat 43.290,19 Ha yang terdapat di dalam kawasan hutan 18.174,78 Ha dan di luar kawasan hutan 25.115,41 ha.

Sumber Daya Kelautan

Kabupaten Lombok Timur memiliki sumberdaya kelautan seluas 1.074,33 km² (40,09%) dari luas wilayah Kabupaten Lombok Timur. Sumberdaya kelautan yang ada terdiri atas hutan mangrove 2.242,56 Ha, terumbu karang 761,10 ha, sumberdaya ikan dengan produksi 26.536,9 ton pertahun yang terdiri atas perikanan tangkap 12.691,5 ton dan perikanan budidaya 13.845,40 ton.

Kondisi sumberdaya kelautan ini pada saat ini sudah banyak yang mengalami kerusakan, seperti rusaknya hutan mangrove seluas 331,7 Ha yang terjadi di Jerowaru, Pengoros, Serewe dan gili petagan.Sedangkan kerusakan terumbu karang saat ini telah mencapai lebih dari 45 % yang tersebar di gili meringkik, maupun gili petagan.

Kerusakan sumberdaya kelautan ini telah berdampak pula pada menurunnya produksi perikanan dimana pada tahun 2003 tercatat 16.857,5 ton kemudian pada tahun 2007 menjadi 15.995,78 ton. Hal ini berarti selama lima tahun terakhir ini produksi ikan menurun rata-rata 1,04 % pertahun.


Sumber Daya Energi dan Mineral

Sumberdaya Energi yang dimiliki oleh Kabupaten Lombok Timur adalah sumberdaya energi terbarukan seperti air,angin,matahari dan arus laut. Sedangkan sumberdaya energi konvensional seperti BBM, Gas dan Batu Bara didatangkan dari luar seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Potensi sumberdaya energi terbarukan tersebut sampai saat ini belum banyak yang dapat dimanfaatkan padahal potensinya cukup bagus. Energi Panas Bumi di sembalun mampu menghasil listrik 6 MW, Energi gelombang laut di sambalia dan ekas 0,55 MW, Energi arus laut di pringgabaya 60 KWH, Energi Air di sungai Beburung mampu menghasilkan listrik 20,40 MW.

Sumberdaya mineral yang dimiliki sebagian besar terdiri atas sumberdaya mineral bukan logam berupa batu andesit dengan cadangan 7.579.771,50 m3 yang tersebar di Kecamatan Sambalia, Pringgabaya, Masbagik, Terara, Sakra, Selong, Lb. Haji, dan Keruak; batu apung dengan cadangan 6.782.942,52 m3 yang tersebar di Kecamatan Masbagik, Pringgasela, Sukamulia, Selong, Lb. Haji, Sakra dan Terara; batu gamping dengan cadangan 36.076,990 di Kecamatan Jerowaru, gipsum dengan cadangan 23 ton di Kecamatan Jerowaru; batu silika dengan cadangan 1.000 m3 di Kecamatan Jerowaru; lempung dengan cadangan 12.072.125 m3 yang tersebar di Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sakra, Sikur, dan Lb. Haji; pasir dengan cadangan 63.540 m3 yang tersebar di Kecamatan Pringgabaya, Suralaga, Sukamulia dan Lb. Haji; Sirtu dengan cadangan 91.756 m3 yang tersebar di Kec. Lb. Haji, Sakra dan Aikmel; tras dengan cadangan 28.309.287 m3 yang tersebar di Kecamatan Lb. Haji, Wanasaba dan Pringgasela.

Sedangkan sumberdaya mineral logam terdiri atas emas yang terdapat di Desa Batu Nampar dan pasir besi yang terdapat di desa Lb. Haji, Kerumut, Pringgabaya dan Obel-Obel.

Kesenian Tradisional

Tendang Mendet


Tari tandang mendet/ tarian perang merupakan salah satu tarian yang ada sejak zaman kejayaan Kerajaan Selaparang yang menggambarkan olah ke-prajuritan atau peperangan.

Tarian ini dimainkan oleh belasan orang yang berpakaian lengkap dengan membawa tombak, tameng, kelewang (pedang) dan diringi Gendang Beleq serta syair-syair yang menceritakan tentang keperkasaan dan perjuangan, tarian ini bisa ditemui di Sembalun.



Wayang Kulit



Kesenian wayang kulit sebenarnya cukup dikenal oleh masyarakat Kabupaten Lombok Timur akan tetapi prosentase pementasan yang dilakukan masih minim karena kurangnya pengenalan terhadap para generasi muda akan pentingnya kesenian wayang kulit ini untuk dilestarikan.

Pementasan wayang kulit dilakukan pada malam hari oleh seorang dalang yang biasanya mementaskan di lapangan terbuka. Acara pementasan wayang kulit ini lebih sering dilakukan pada perayaan hari besar nasional guna menghibur masyarakat.

Tari Jangger



Kesenian tari jangger ini masih dipertahankan sebagai tontonan yang biasanya dipentaskan pada acara perkawinan, sunatan, ulang tahun dan Iain-lain. Kesenian ini merupakan tarian yang dilakukan oleh perempuan yang melantunkan tembang-tembang yang di iringi oleh musik gamelan Lombok.

Kesenian tari jangger ini sekarang pementasannya tidak hanya dilakukan pada acara tertentu saja melainkan sudah masuk dalam agenda yang dilakukan di kantor-kantor atau hotel-hotel dalam rangka menghibur para tamu.







Gendang Beleq

Disebut Gendang Beleq karena salah satu alatnya adalah gendang beleq (gendang besar). Orkestra ini terdiri atas dua buah gendang beleq yang disebut gendang mama (laki-laki) dan gendang nina (perem-puan), berfungsi sebagai pembawa dinamika.


Sebuah gendang kodeq (gendang kecil), dua buah reog sebagai pembawa melodi masing-masing reog mama, terdiri atas dua nada dan sebuah reog nina, sebuah perembak beleq yang berfungsi sebagai alat ritmis, delapan buah perembak kodeq, disebut juga "copek". Perembak ini paling sedikit enam buah dan paling banyak sepuluh. Berfungsi sebagai alat ritmis, sebuah petuk sebagai alat ritmis, sebuah gong besar sebagai alat ritmis, sebuah gong penyentak sebagai alat ritmis, sebuah gong oncer sebagai alat ritmis dan dua buah bendera merah atau kuning yang disebut telontek.

Menurut cerita, gendang beleq ini dulu dimainkan kalau ada pesta-pesta kerajaan, sedang kalau ada perang berfungsi sebagai komandan perang, sedang copek sebagai prajuritnya. Kalau perlu datu (raja) ikut berperang, disini payung agung akan digunakan.

Sekarang fungsi payung ini ditiru dalam upacara perkawinan. Gendang Beleq dapat dimainkan sambil berjalan atau duduk. Komposisi waktu berjalan mempunyai aturan tertentu, berbeda dengan duduk yang tidak mempunyai aturan.

Pada waktu dimainkan pembawa gendang beleq akan memainkannya sambil menari, demikian juga pembawa petuk, copek dan lelontek.

Slober

Kesenian slober adalah salah satu jenis musik tradisional Lombok yang tergolong cukup tua, alat-alat musik nya sangat unik dan sederhana yang terbuat dari pelepah enau yang panjang nya 1 jengkal dan lebar 3 cm.

Kesenian slober didukung juga dengan peralatan lainnya yaitu gendang, petuk, rincik, gambus, seruling. Nama kesenian slober diambil dari salah seorang warga desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela yang bernama Amaq Asih alias Amaq Slober.

Kesenian ini salah satu kesenian yang masih eksis sampai saat ini yang biasanya dimainkan pada setiap bulan purnama.



Wisata Bahari

Gili sulat dan Gili Lawang



Gili Sulat dan Gili Lawang merupakan pulau kecil (gili) yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai tujuan wisata alam (echo tourism) karena memiliki potensi berupa hutan bakau dan taman bawah laut yang sangat indah.


Pantai

Pantai Surga berada di wilayah Lombok Timur bagian selatan tepatnya Jerowaru. Pantai ini terkenal memiliki pemandangan alam yang indah dan pantainya yang bersih dan berpasir putih, maka tidak heran pantai ini dinamakan pantai surga. Bagi yang menyukai olahraga Surfing pantai ini adalah salah satu pilihannya.
Selain pantai surga masih ada sejumlah pantai di Wilayah selatan yang sangat indah, seperti pantai heaven on planet, pantai kaliantan, cemara, Teluk Ekas dengan daya tarik budidaya perikanan lautnya, disebut sebagai kawasan Gili indah.

Gili bagek/ Gili Kondo

Pulau kecil ini terletak di Perairan Kecamatan Sambeliia dan dapat disebranginya melalui pantai transad di Kecamatan Sambelia dan pelabuhan Kayangan Labuhan Lombok. Meski di pantai transad pasirnya berwarna hitam namun di gili lampu dan beberapa gili di sekitarnya berpasir putih. Di gili tidak berpenghuni ini, kita bisa menikmati alam bawah laut dengan snorkeling. Selain gili bagek, ada pula gili petagan dan gili-gili lainnya yang berada di sekitar kawasan tersebut. Untuk pengembangan pulau-pulau kecil ini sesuai dengan tata ruang wilayah Provinsi NTB tidak ada pembangunan fisik di Pulau itu, namun hanya menjadi tempat tujuan wisata.

Wisata Alam

Otak Kokoq Joben

Obyek wisata air terjun ini berada di Desa Montong Betok Kecamatan Montong Gading. Salah satu yang menjadi daya tarik obyek wisata ini, air terjunnya dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Selain itu pemandangan di sekitar Otak kokoq Joben juga sangat indah yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Disini juga disediakan sejumlah fasilitas seperti tempat peristirahatan dan kolam renang.
Pendakian Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak



Air Terjun Mayung Putek

Berbeda dengan air terjun lainnya, Air terjun mayung putek yang berada di Sembalun adalah air terjun yang memiliki kandungan belerang. Karena air terjun yang melewati kokoq putek ini turun langsung dari Gunung Rinjani. Air terjun yang berwana putih karena kandungan belerangnya dapat digunakan untuk menyembuhkan bebagai macam penyakit kulit Putek.


Gunung Rinjani

Gunung Rinjani adalah salah satu dari Gunung Merapi yang masih aktif dengan ketinggian 3726 meter dari permukaan laut. Dari 3 jalur pendakian yang ada, 2 diantaranya yakni pendakian jalur sembalun dan jalur selatan berada di Kabupaten Lombok Timur. Daya tarik Gunung rinjani selain dapat menikmati pemandangan alam yang indah, ada pula danau segara anak dan gunung baru jadi. Bahkan pada bulan Juni tahun 2008 lalu, Gunung Rinjani ditetapkan menjadi salah satu taman bumi dunia (Geo Park) oleh lembaga Badan Gunung Api Dunia, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Air Terjun Aik Temer/ Jeruk Manis

Lokasi air terjun ini berada di desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur. Karena berada di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani, di tempat ini tidak dibangun fasilitas pendukung. Disamping dapat menikmati suasana dan pemandangan hutan yang masih alami, perjalanan dari gerbang sejauh sekitar 1 km juga harus dilalui dengan berjalan kaki. Namun kita dapat berwisata sekaligus belajar karena disetiap pohon yang kita lalui dipasang nama pohon dan tanaman sekaligus nama latinnya.











Wisata budaya

Bau Nyale

Bau Nyale adalah sebuah peristiwa dan tradisi yang sangat melegenda dan mempunyai nilai sakral tinggi bagi suku Sasak.


Tradisi ini diawali oleh kisah seorang Putri Raja Tonjang Baru yang sangat cantik yang dipanggil dengan Putri Mandalika. Karena kecantikan-nya itu para Putra Raja memperebutkan untuk meminangnya.

Jika salah satu Putra Raja ditolak pinangannya maka akan menimbulkan peperangan. Sang putri mengambil keputusan pada tanggal 20 bulan kesepuluh untuk menceburkan diri ke laut lepas. Dipercaya oleh masyarakat hingga kini bahwa Nyale adalah jelmaan dari Putri Mandalika.

Nyale adalah sejenis binatang laut yang berkembang biak dengan bertelur, perkelaminan antara jantan dan betina. Upacara ini diadakan setahun sekali.Bagi masyarakat Sasak, Nyale dipergunakan untuk bermacam-macam keperluan seperti: santapan (Emping Nyale), ditaburkan ke sawah untuk kesuburan padi, lauk pauk, obat kuat dan lainnya yang bersifat magis sesuai dengan keyakinan masing-masing.



Sabuk Belo

Sabuk Belo adalah sabuk yang panjangnya 25 meter dan merupakan warisan turun temurun masyarakat Lombok khususnya yang berada di Lenek Daya.
Sabuk belo biasanya dikeluarkan pada saat peringatan Mulud Beleq bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awwal tahun Hijriah. Upacara pengeluaran Sabuk Beleq ini diawali dengan mengusung keliling kampung secara bersama-sama yang diringi dengan tetabuhan Gendang Beleq yang dilanjutkan dengan praja mulud dan diakhiri dengan memberi makan kepada berbagai jenis makhluk.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat upacara ini dilakukan sebagai simbol ikatan persaudaraan, persahabatan, persatuan dan gotong royong serta kasih sayang diantara makhluk yang merupakan ciptaan Allah.

Sorong

Adat perkawinan pada masyarakat Lombok Timur dikaitkan dengan upacara adat sorong serah aji kerama. Seorang pemuda (terune) dapat memperoleh seorang istri berdasarkan adat dengan dua cara yaitu: pertama dengan soloh (meminang kepada keluarga si gadis); kedua dengan cara merariq (melarikan si gadis), Setelah salah satu cara sudah dilakukan, maka keluarga pria akan melakukan tata cara perkawinan sesuai adat Sasak.


Upacara perkawinan Lombok Timur sering dikaitkan dengan upacara adat perkawinan sorong serah aji kerama yang merupakan salah satu tradisi yang ada sejak zaman dahulu dan telah melekat dengan kuat serta utuh didalam tatanan kehidupan masyarakat suku Sasak Lombok Timur, bahkan beberapa kalangan masyarakat baik itu tokoh agama dan tokoh masyarakat adat itu sendiri menyatakan bahwa jika tidak melaksanakan upacara adat ini akan menjadi aib bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Sorong serah berasal dari kata sorong yang berarti mendorong dan serah yang berarti menyerahkan, jadi sorong serah merupakan suatu pernyataan persetujuan kedua belah pihak baik dari pihak perempuan maupun pihak laki-laki dalam prosesi suatu perkawinan antara terune (jejaka) dan dedare (gadis).

Upacara sorong serah ini merupakan salah satu rangkaian upacara terpenting pada prosesi perkawinan adat Sasak di Lombok Timur. Adapun prosesi perkawinan secara lengkap adalah sebagai berikut:

1. Mesejati
Mengandung arti bahwa dari pihak laki-laki mengutus beberapa orang tokoh masyarakat setempat atau tokoh adat untuk melaporkan kepada kepala desa atau keliang/kepala dusun untuk mempermaklumkan mengenai perkawinan tersebut tentang jati diri calon pengantin laki-laki dan selanjutnya melaporkan kepada pihak keluarga perempuan.

2. Selabar
Mengandung maksud untuk memper maklumkan kepada pihak keluarga calon pengantin perempuan yang ditindaklanjuti dengan pembicaraan adat istiadatnya meliputi aji kerama yang terdiri dari nilai-nilai 33-66-100 dengan dasar penilaian uang kepeng bolong atau kepeng jamaq, bahkan kadang-kadang acara selabar ini dirangkaikan dengan permintaan wali sekaligus.

3. Mengambil Wali
Yang dimaksud dengan mengambil wali adalah mengambil wali dari pihak perempuan bisa langsung pada saat selabar atau beberapa hari setelah pelaksanaan selabar dan hal ini tergantung dari kesepakatan dua belah pihak (kapisuka)

4. Mengambil Janji
Dalam pelaksanaan mengambil janji ini adalah membicarakan seputar sorong serah dan aji kerama sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di dalam desa atau kampung asal calon mempelai perempuan.

5. Sorong Serah
Inti dari pelaksanaan sorong serah ini adalah pengumuman resmi acara perkawinan seorang laki-laki dan seorang perempuan yang disertai dengan penyerahan peralatan mempelai pihak laki-laki atau yang dikenal dengan nama ajen-ajen.





6. Nyongkolan
Dalam pelaksanaan nyongkolan keluarga pihak laki-laki disertai oleh kedua mempelai mengunjungi pihak keluarga perempuan yang diiringi oleh kerabat dan handai taulan dengan mempergunakan pakaian adat diiringi gamelan bahkan gendang beleq.

7. Balik Lampak
Merupakan salah satu tradisi untuk berkunjung ke rumah orang tua perempuan secara khusus bersama kedua orang tua pihak laki-laki.





 

Free Software

Offical Blog

Open Profile