twitter
googleplus
facebook
View Animations
  • Peta sumbawa kuno oleh Melvill van Carnbe e P Pieter Baron 1856

  • Istana Kesultanan sumbawa Kuno

  • Sultan Djalaluddin dengan para pengawalnya

  • Istri Sultan Sumbawa Bersamawa Keluarga

  • Pejabat Kesultanan sumbawa

  • Demung Camat Kepala Kampung

  • Kondisi Perkampungan Sumbawa Kuno

  • Rakyat Pulau Sumbawa

  • YUBILIUM 1946 Bertahtanya YM.Sultan Muhammad Kaharuddin lll

  • Sultan Sumbawa Bima, dan sukarno



Tampilkan postingan dengan label Mataram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mataram. Tampilkan semua postingan

DAFTAR HOTEL













DAFTAR HOTEL DI KOTA MATARAM

Granada/Lombok Garden Hotel Jl.Bung Karno No.8 Mataram Tel. 626015 Ex.2


Hotel Handika Jl.Panca Usaha No.3 Mataram Tel. 633578

Hotel Kamboja Jl.W.R.Supratman no.10Mataram Tel. 622211

Hotel Kertayoga Jl.Pejanggik no.64 Mataram Tel 621775

Hotel Rinjani Jl.Catur Warga No.18 Mataram Tel. 631633

Hotel Tenang Jl.Catur Warga No.2 Mataram Tel. 623345

Hotel Chandra Jl.Panca Warga No.55 Mataram Tel. 623979

Mareja Sari Guna I Jl.Pariwisata No,26 Mataram, Tel. 621074

Mareja Sari Guna II Jl.Pariwisata no.9 Mataram, Tel. 621074

Giri Putri Jl.Catur Warga No.29 Mataram Tel. 623222

Wisma Nusantara I Jl.R.Suprapto no.28 Mataram, Tel.623492

Wisma Paradiso Jl.Angkasa no. 3 Mataram Tel. 622074

Graha Ayu Jl.Ismail Marzuki Mataram, Tel. 635697

Pondok Wisata Griya Arsy Jl.Pendidikan no.56 B Mataram, Tel. 633098

Arum Jaya Jl.Pura Pancaka No.27 Mataram, Tel.633098

Sayung Restaurant Jl.Bung Karno,Mataram. Tel. 622074

DAFTAR HOTEL DI KOTA AMPENAN

Nitour Hotel Jl.Yos Sudarso No.4 Ampenan Tel.23780

Pabean Jl.Yos Sudarso No.146Ampenan Tel. 211758

Horas Jl.Koperasi No.62 Ampenan Tel.21074

Triguna Jl.Koperasi No.76 ampenan Tel. 21074

Hotel Zahir Jl.Koperasi No.1 Ampenan, Tel. 34228

Angin Mamiri Jl.Koperasi No.22 Ampenan Tel. 36015

Tiga Mas Jl.Mawar Ampenan, Tel. 22522

Monjok Jl.Pariwisata No.28 Mataram

DAFTAR HOTEL DI KOTA CAKRANEGARA

Losmen Ayu Jl.Kebudayaan No.2 Tel.32747

Losmen Astiti Jl.Panca Usaha No.2 Mataram, Tel.33676

Losmen Buana Mas Jl.Brawijaya No.18 Cakranegara,Tel. 25360

Hotel Cakrajaya Jl.Tenun no.1 Cakranegara,Tel.23480

Losmen Merpati Jl.St.Hasanuddin no.23 Cakranegara,Tel. 32212 6.

Mataram Hotel Jl.Pejanggik no .105Cakranegara, Tel. 34966 7.

Losmen Pustaka Jl.Hasanuddin no.23 Cakranegara, Tel. 31096

Hotel Ratih Jl.Pejanggik Cakranegara, Tel.31096

Hotel Selaparang Jl.Pejanggik No.40 Cakranegara, Tel 32670

Srikandi Inn Jl.Kebudayaan No.2 Cakranegara, Tel.32747

Shanti Puri Jl.Maktal Mataram, Tel. 32649

Nusantara II Jl.Beo No.10 Mataram Tel. 32826

Lombok Grand Hotel Jl.Panca Usaha Cakranegara no.11 Tel. 32305

Tangguh Jl.Pejanggik Cakranegara Tel.21822

Puri Indah Jl.Sriwijaya no. 132, Cakranegara. Tel. 31096

Inter Inn Jl.Gelatik No. 8 Cakranegara Tel. 31195

Adi Guna HS Jl.Nursiwan Cakranegara, Tel. 25946








Pariwisata Kota Mataram


WISATA KOTA AMPENAN

Ampenan adalah sebuah kecamatan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Daerah ini dahulunya merupakan pusat kota Lombok. Di sebelah barat berbatasan dengan Selat Lombok (laut yang menghubungkan Pulau Lombok dengan

Pulau Bali). Di kecamatan ini terdapat peninggalan kota tua karena dahulunya merupakan pelabuhan utama daerah Lombok.

Terdapat banyak kampung yang merupakan perwujudan dari berbagai suku bangsa di Indonesia di antaranya Kampung Bugis, Kampung Melayu, Kampung Jawa, Kampung Arab, Kampung Bali dll, sehingga masyarakat yang ada di sini bersifat heterogen dan rukun
OBJECK WISATA DI SEKITAR CAKRANEGARA:



PURA MAYURA


Mayura yang berarti Burung Merak dalam bahasa Sansekerta, adalah nama sebuah taman berlokasi di Cakranegara, dibangun oleh A.A. Made Karangasem pada tahun 1744 dengan nama Taman Kelepug yang diambil dari suara kelepug-kelepug air akibat deras- nya mata air yang ada di telaga dalam taman tersebut. Pada tahun 1866 taman ini direnovasi oleh Raja Mataram A.A. Ngurah Karangasem dan diganti nama menjadi taman Mayura. Konon di taman ini banyak terdapat burung merak yang memangsa ular yang banyak terdapat di taman tersebut. Ditengah-tengah taman terdapat sebuah bangunan terapung yaitu Bale Kambang yang dipakai untuk mengadili suatu perkara pada jaman penjajahan Belanda.



PURA MERU

PURA MERU sebuah karya besar dan mengagumkan dari orang Bali, terletak berseberangan dengan Taman Mayura dan dibangun bersamaan pada tahun yang sama (1720), letak Pura ini di tengah kota Cakranegara, mudah dijangkau, banyak kendaraan umum dan dekat dengan hotel, baik hotel berbintang maupun hotel-hotel Melati. Pura Meru, terletak di tengah Kota Cakranegara dibangun pada tahun 1720 di bawah pangawasan Anak Agung Gde Karang Asem salah satu Raja Karang Asem yang dapat menguasai sebagian Wilayah Pulau Lombok, berkuasa pada tahun 1740 -1894. Pura ini merupakan Pura besar di P. Lombok dan salah satu Pura yang sangat menarik dan Indah, Pura Meru dibangun dengan maksud untuk tempat bersembahyang umat Hindu di Lombok, Pura Meru terdiri tiga halaman yang luas mebentang dari arah barat ke timur, halaman paling barat terdapat Rumah "Kulkul" atau Kentongan, halaman tengah terdapat dua buah bangunan besar yang beundak-undak (tangga), bangunan ini digunakan untuk tempat menyusun sesaji untuk Upacara dan Sembahyangan

sedangkan halaman paling timur terdapat bangunan tiga buah menara menjulang tinggi yang terdiri dari susunan atap yang khas dan unik, sebelas susun atap pada menara tengah, dan sembilan susun pada menara kiri dan kanan, merupakan simbol dari Dewa Shiwa, Dewa Wisnu dan Dewa Brahma. Untuk menuju lokasi Pura Meru sangat mudah, karena terletak ditengah-tengah kota dan banyak kendaraan umum yang melaluinya. Selain Taxi, kendaraan umum yang dapat dipergunakan adalah ANGKOT (bemo) angkutan rakyat yang banyak beroperasi di jalan, dengan tarif relatif murah dan kendaraan tradisional CIDOMO, atau kereta kuda. Jarak tempuh dari Pelabuhan Lembar ± 20 km, sedangkan dari Pelabuhan Udara SElaparang ± 5 km.



KOTA MATARAM

Kota Mataram merupakan ibukota Propinsi Nusa Tenggara Barat, sekaligus ibukota Pemerintah Kota Mataram yang terdiri dari tiga kecamatan, yaitu kecamatan Ampenan, kecamatan Mataram dan kecamatan Cakranegara, serta memiliki 23 kelurahan dengan luas wilayah 6,130 ha, jumlah penduduk 303,441 jiwa (berdasarkan sensus penduduk tahun 1999).


Sarana transportsi yang tersedia di kota Mataram berupa transportasi darat, Laut dan udara. Berkeliling kota dapat di lakukan dengan menggunakan berbagai macam kendaraan misalnya : kendaraan umum ataupun kendaraan tradisional. Kendaraan umum seperti bemo di gunakan untuk berkeliling kota sedangkan kendaraan tradisional yang di sebut cidomo digunakan untuk perjalanan jarak dekat. Para Wisatawan yang akan mengunjungi kota Martaram dapat dilakukan dengan transportasi laut melalui Pelabuhan Lembar yang terletak di Kabupaten Lombok Barat sebelah Barat Laut Kota Mataram. Pelabuhan Lembar menghubungkan Pulau Bali dan Lombok.



Para Wisatawan yang mengunjungi Mataram dapat mempergunakan Ferry biasa yang melakukan penyebrangan satu kali sehari. Untuk mencapai Kota Mataram dapat menggunakan Transportasi Umum yang tersedia di Terminal Mandalika Bertais.



Kota Mataram memiliki pelabuhan udara yaitu : Bandara Selaparang , yang mampu didarati oleh pesawat - pesawat besar seperti : Fokker 28 dan Boing 737 . Penerbagan dalam negeri dilayani oleh berbagai persuhaan penerbangan seperti Garuda Indonesia Airwys, Merpati Nusantara Lion Air, dan GT Air


SENTRA KERAJINAN
RUNGKANG
Runngkang terletak di kelurahan Sayang - sayang , kecamatan Cakranegara , sekitar 4,5 km dari kota Mataram. Tempat ini merupakan pusat kerajinan tradisional yang mempunyai beberapa showroom yang di tampung melalui Koprasi " Pade Angen " Koprasi ini mengkoordinir para pengerajin yang ada disekitarnya. Adapun barang - barang yang di pasarkan seperti peti antik, ketak, patung , gerabah, dan produk - produk lain yang terbuat dari kayu, tulang dan tanduk.

SINDU DAN SAKSARI

Sindu dan Saksari terletak di Kelurahan Cakra Utara, Ke

Pofil Walikota Mataram



H. MOH RUSLAN, SH.














>


1. Nama Lengkap : H. Moh Ruslan, SH
2. Tempat/Tanggal Lahir : Lobar (Mataram), 14 April 1948
3. Agama : Islam
4. Nama Orang Tua : H. Salsah Ramli (Ayah) Hj. Mislah (Ibu)
5. Tanggal Menikah : 20 Pebruari 1972
6. Nama Istri : Hj. B. Sumarni
7. Tempat/Tangal Lahir : Kopang (Loteng), 1 Oktober 1949
8. Anak/Menantu : 1. H. Mohan Roliskana, S.Sos.(16 Nov 1972) Noviani Danar Kinnastri, S.Sos (Menantu ). 2. Marlia Rosalina, S.PT. (1 Maret 1975) Al Imran, S.PT.(Menantu) . 3. H. Novian Rosmana, S.Sos (16 Nov 1978) Siti Hadya Ningrum, SE. (Menantu)
9. Cucu : 1.Syafalin Kalila Roliskana, 2.Hashifa Nadzwa Roliskana, 3.Marwa Zileikhadira Manzalina, 4.Salwa Najmahtul Rahmah, 5.Humairo Zata Caliza , 6.Moh. Zimmy Al Fachry Roliskana

RIWAYAT PENDIDIKAN

1. SDN Tahun 1960 di Mataram
2. SMP Tahun 1963 di Mataram
3. SMEA Tahun 1967 di Mataram
4. Sarjana Hukum Tahun 1989 di Mataram


RIWAYAT KEPANGKATAN

1. Pengangkatan sebagai Pekerja Tetap (1 September 1971)
2. Pengangkatan sebagai Pegawai Harian Negara (1 April 1973)
3. Pengangkatan sebagai Calon PNS (1 Desember 1973)
4. Pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (1 Februari 1975)
5. Pengangkatan sebagai Ajudan Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Barat (23 Mei 1975)
6. Kenaikan Gaji Berkala (1 Februari 1975)
7. Kenaikan Pangkat II/a ke II/b (1 Oktober 1976)
8. Impassing Penyesuaian Gaji (1 April 1977)
9. Pembebasan sebagai ajudan Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Barat (9 september 1978)
10. Pengangkatan sebagai Kasi Politik Direktorat Sospol Tingkat I Propinsi NTB (14 November 1978)
11. Kenaikan Gaji Berkala (1 September 1980)
12. Kenaikan Pangkat II/b ke II/c (1 Oktober 1980)
13. Kenaikan Gaji Berkala (1 September 1982)
14. Kenaikan Gaji Berkala (1 September 1984)
15. Kenaikan pangkat II/c ke II/d (1 Oktober 1984)
16. Impassing Penyesuaian Gaji (1 april 1985)
17. Kenaikan Gaji Berkala (1 September 1986)
18. Kenaikan Pangkat II/d ke III/a (1 Oktober 1988)
19. Kenaikan Pangkat III/a ke III/b (1 Oktober 1992)
20. Kenaikan Gaji Berkala (1 September 1994)

PENGALAMAN JABATAN / PEKERJAAN

1. Kasi Diklat Muda Mawil Hansip Propinsi NTB
2. Ajudan Gubernur Propinsi NTB
3. Kasi Pengamanan Politik DIR. SOSPOL Propinsi NTB
4. Camat Mataram
5. Pj. Karo Umum Sekretariat KORPRI Propinsi NTB
6. Pj. Kasi Evaluasi BP-7 Propinsi NTB
7. Wakil Ketua DPRD Kota Mataram
8. Diangkat menjadi Walikota Mataram (1999-2004)
9. Diangkat Menjadi Walikota Mataram Periode 2005-Sekarang


Profil Wakil Walikota


RIWAYAT HIDUP

WAKIL WALIKOTA MATARAM



















H. AHYAR ABDUH

1. Nama Lengkap : H. Ahyar Abduh
2. Tempat/Tanggal Lahir : Dasan Agung, 20 Oktober 1960
3. Agama : Islam
4. Nama Orang Tua : TGH. Abdul Hanan (Ayah) Hj. Halimah (Ibu)
5. Tanggal Menikah : 1989
6. Nama Istri : Hj. Suryani
7. Tempat/Tanggal Lahir : Praya, 4 April 1967
8. Anak/Menantu : 1. Badrut Tamam Ahda (1990), 2. Zulfan Asri Ramadhani (1992), 3. Yaumil Agisna Sari (1994), 4. Hilda Aulia Rahmi (1997), 5. Laras Audi Maudina (2006)
9. Alamat Rumah : Jl. Gunung Sasak No. 18 Lingkungan Perigi Kelurahan Ds. Agung Kota Mataram-NTB

RIWAYAT PENDIDIKAN

1. SD Negeri No. 1 Dasan Agung (1971)
2. Madrasah Tsanawiyah NW Pancor (1974)
3. Madrasah Aliyah NW Pancor (1977)
4. SPG NW Pancor (1980)
5. Universitas Jayabaya Jakarta Fakultas Sospol Jurusan Hubungan Internasional(1983)

RIWAYAT ORGANISASI

1. Ketua Osis SPG NW Pancor (1978)
2. Pengurus Senat Mahasiswa Sospol Universitas Jayabaya (1982)
3. Pengurus HMI Cabang Jakarta (1983)
4. Wakil Ketua AMSI NTB (1989)
5. Sekretaris Umum Pemuda NW NTB (1989)
6. Ketua Umum Angkatan Muda Islam Indonesia NTB (Sekarang)
7. Ketua Yayasan Kesejahteraan Keluarga Indonesia (YK3I)
8. Sekretaris DPD Partai GOLKAR Kota Mataram
9. Wakil Ketua DPD Partai GOLKAR Kota Mataram

PENGALAMAN JABATAN/PEKERJAAN

1. Kepala Sekretariat Partai GOLKAR Propinsi NTB
2. Anggota DPRD Kotamadya Dati II Mataram Periode 1994-1997 (Jabatan Sekretaris Fraksi Karya Pembangunan dan Sekretaris Komisi “D”)
3. Anggota DPRD Kotamadya Dati II Mataram Periode 1997-1999 (Jabatan Sekretaris Fraksi Karya Pembangunan dan Sekretaris Komisi “D”)
4. Wakil Ketua DPRD Kta Mataram dan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Mataram Periode 1999-2004
5. Ketua DPRD Kota Mataram 2004-2005
6. Diangkat menjadi Wakil Walikota Mataram Periode 2005-Sekarang

Profil Sekretaris Daerah


RIWAYAT HIDUP

SEKRETARIS DAERAH KOTA MATARAM















IR. H. L. MAKMUR SAID, MM.
1. Nama Lengkap : Ir. H. L. Makmur Said, MM.
2. Tempat/Tanggal Lahir : Kopang, 31 Desember 1958
3. Agama : Islam
4. Nama Orang Tua : H. Lalu Muhammad Said (Ayah) Hj. B. Nurnus (Ibu)
5. Nama Istri : Ir. Hj. Baiq Ernawati
6. Tempat/Tanggal Lahir : -
7. Anak/Menantu : 1. L. Ryan Novari (16 Np. 1987), 2. L. Hermawan Ranova (2 Nop. 1991), 3. L. Rizki Adipura (5 Juni 1997)
8. Alamat Rumah : Jl. Ade Irma Suryani Gang Panda IV/5 Monjok , Mataram (0370) 637762

RIWAYAT PENDIDIKAN

• SDN 1 Kopang (1970)

• SMPN 1 Kopang (1973)

• SMAN 1 Praya (1976)

• S1 Peternakan UNRAM (1983)

• S2 Manajemen UNRAM (2001)


PENGALAMAN JABATAN

• Kasubbag Pembinaan Program Biro Bina Proda Propinsi NTB (27-02-1990)

• Kasubbag Pertanian Biro Bina Perekonomian Bangdes Propinsi NTB (26-11-1992)

• Kasi Pembinaan Prasarana Desa Bangdes Kodya Mataram (19-03-1994)

• Kabag Penyusunan Program Setda Kodya Mataram (07-08-1996)

• Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kodya Mataram (22-07-1999)

• Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Kota Mataram (14-04-2001)

• Kepala Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan Kota Mataram (31-01-2005)

• Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Kota Mataram (18-08-2005)

Sejarah Kota Mataram


Sejarah Terbentuknya Kota Mataram



Menelusuri sejarah Kota Mataram dari zaman raja-raja, zaman Pemerintahan Kolonial Belanda, Zaman Pendudukan Jepang dan terbentuknya Negara Indonesia Bagian Indonesia Timur dari Konferensi Meja Bundar (KMB) 27 Desember 1949.

Kata-kata bijak menyebutkan : segala abad adalah bersambung oleh adanya berbagai sebab dan akibat yang tidak putus-putus dan telah mengikat segala yang terdapat sebelumnya.




Pada masa pulau Lombok diperintah oleh para raja-raja, Raja Mataram Tahun 1842 Masehi menaklukan kerajaan Pagesangan setahun kemudian tahun 1834 menaklukan kerajaan kahuripan. Kemudian Ibukota Kerajaan dipindahkan ke Cakranegara dengan ukir Kawi Nama Istana Raja. Raja Mataram (Lombok) selain terkenal kaya raya juga adalah raja yang ahli tata ruang kota, melaksanakan sensus penduduk kerajaan dengan meminta semua penduduknya mengumpulkan jarum. Penduduk laki-laki dan perempuan akan diketahui lewat ikatan warna tali pada jarum-jarum yang diserahkan. Setelah raja Mataram jatuh oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan korban Jenderal Van Ham, yang monumenya ada di Karang Jangkong Cakranegara, mulailah diterapkan system pemerintahan dwitunggal berada di bawah Afdelling Bali Lombok yang berpusat di Kota Singaraja Bali. Pulau Lombok dalam pemerintahan dwitunggal terbagi menjadi tiga Onder Afdelling, dari pihak Kolonial sebagai wakil di sebut Controleur dan dari wilayah di sebut Kepala Pemerintahan Setempat (KPS) sampai ke tingkat ke distrikan. Adapun ketiga wilayah administratif masih disebut West Lombok (Lombok Barat) Midle Lombok (Lombok Tengah) dan East Lombok (Lombok Timur) dipimpin oleh seorang controleur dan Kepala Pemerintahan Setempat (KPS). Untuk wilayah West Lombok (Lombok Barat) membawahi tujuh wilayah administratif yang meliputi :

1.Kedistrikan Ampenan Barat di Dasan Agung

2.Kedistrikan Ampenan Timur di Narmada

3.Kedistrikan Bayan di Bayan Belek

4.Kedistrikan Tanjung di Tanjung

5.Kedistrikan Gerung di Gerung

6.Asisten Distrik Gondang di Gondang

7.Kepunggawaan Cakranegara di Mayura

Untuk Kepunggawaan Cakranegara dipimpin oleh punggawa, tidak memimpin wilayah yang dipimpin adalah umat Hindu se-Pulau Lombok seperti Kepunggawaan Cakranegara semua pemeluk agama Hindu, ada juga Kepala Suku Bugis, Suku Arab dan Suku Tionghoa. Di bidang peradilan, Kepala Distrik diberikan wewenang penuh untuk bertindak sebagai kehakiman dan kejaksaan dalam memutuskan dan memenjarakan orang selama tujuh hari tanpa boleh banding, kelembangaan hukumnya disebut “Raat Sasak” dan “Raat Kertha” untuk Hindu. Di bidang Pendidikan, pada masa pemerintahan Hindia Belanda menerapkan system pendidikan bertingkat yang diantaranya :

1.Voolkes School, hanya ada 1 unit di tiap desa (pemusungan), murid yang dididik kelas I-III

2.Vervoleg School, hanya ada di tiap kedistrikan, 1 unit murid yang dididik kelas III-V

3.Holand Inland School (HIS), sekolah yang pengantaranya Bahasa Belanda, muridnya anak-anak orang belanda, distrik, orang berpengaruh dan pengusaha, murid yang dididik kelas V-VII

4.MILO setingkat SMP hanya ada di Pulau Jawa

5.A.M.S setingkat SLTA

6.Holden Bestuur School (HBS) sekolah khusus bidang ilmu pemerintahan di Makasar.

VISI-MISI

KOTA MATARAM








VISI : Mewujudkan Kota Mataram yang Ibadah Maju dan Religius
MISI :

1. Menggelorakan semangat “Kota IBADAH yang Maju dan Religius” yang dijiwai oleh nilai-nilai agama dan budaya.
2. Melestarikan dan meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibnas).
3. Memberdayakan Ekonomi Rakyat dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

4. Meningkatkan kualitas SDM serta menggali dan memanfaatkan potensi SDA berdasarkan prinsip kelestarian lingkungan hidup dan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development).
5. Memantapkan koordinasi dan kemiteraan.
6. Meningkatkan pembangunan, pemeliharaan dan pengembangan fasilitas-fasilitas public.
7. Meningkatkan upaya penanggulangan masalah-masalah sosial.

Lambang Daerah


LAMBANG DAERAH KOTA MATARAM

Sesuai Undang – Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, sebutan Kotamadya Daerah Tingkat II berdasarkan Undang – undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok – pokok Pemerintah di Daerah di ubah dan berkedudukan sebagai Daerah Kota yang Otonom, yang mempunyai kewenangan dan kekuasaan untuk membentuk dan melaksanakan kebijakan menurut prakarsa dan aspirasi masyarakat.

Perubahan sebutan tersebut membawa konsekuensi pada perubahan sebutan/Nomenklatur yang tertera pada lambing Daerah dan Kota Mataram. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 12 Tahun 2001 mengatur tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Mataram Nomor II Tahun 1994 tentang Lambang Daerah Kotamadya Mataram Tingkat II Mataram.

• Arti lambang :

• Perisai : Melambangkan ketangguhan dalam menghadapi setiap ancaman,gangguan hambatan dan tantangan baik yang dating dari luar maupun dari dalam. Perisai segilima ini merupakan manifestasi dari Pancasila sebagai ideologi negara, dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia .

• Bintang : Bersudut lima melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

• Rantai : Tujuh mata rantai yang bersambung melambangkan keanekaragaman masyarakat yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

• Kubah : Melambangkan kehidupan masyarakat daerah yang senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

• Rangkaian Padi dan Kapas : Melambangkan Keadilan Sosial, tiga puluh satu butir padi melambangkan tanggal 31, dan 8 buah kapas melambangkan bulan Agustus yang menunjukkan hari lahirnya Kota Mataram. Seutas tali pengikat bersimpul tiga melambangkan ikatan yang erat antara manusia dan manusia dengan lingkungan.

• Burung Koak Kaok : Termasuk salah satu satwa khas daerah Nusa Tenggara Barat yang dilindungi oleh Undang – undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Burung ini melambangkan disiplin, hemat, kesetiakawanan dan dinamis.

• Pintu Gerbang berbentuk : Melambangkan keterbukaan, etos kerja yang Lumbung tinggi, hemat dan menunjukkan sikap hidup gotong royong.

• Arti Warna Lambang Daerah :

• Biru Muda : Berarti cita – cita yang tidak pernah kering dari seluruh warga Kota Mataram dan berusaha dengan penuh semangat untuk mewujudkannya.

• Biru Tua : Kesetiaan, yang berarti menjunjung tinggi Pancasila dan Undang – undang Dasar 1945 serta setia pada Pemerintah Republik Indonesia .

• Merah Jingga : Melambangkan ketangguhan dan menyongsong masa depan untuk kebenaran dan keadilan.

• Abu – abu : Warna yang mempunyai sifat netral. Jadi dinamis dalam era globalisasi.

• Kuning : Kejayaan, keberanian berjuang atas dasar kesucian.

• Putih : Kesucian, kejujuran, keseluruhan rakyatnya yang senantiasa bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

• Hijau : Kemakmuran, kesejukan adalah ciri – ciri dari seluruh masyarakat Kota Mataram.

• Hitam : Melambangkan keabadian dan kemantapan untuk meraih harapan.

LETAK GEOGRAFI


ecara geografis Kota Mataram terletak pada posisi 116’04’116’10’ Bujur Timur dan,08’33-08’38’ lintang Selatan dengan batas-batas wilayah:
Sebelah Utara : Kecamatan Gunungsari, Kecamatan Batulayar dan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
Sebelah Timur : Kecamatan Narmada dan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
Sebelah Selatan : Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat
Sebelah Barat : Selat Lombok
Kondisi geomorfologi Kota Mataram adalah dataran (pendataran ) dengan topografi Kota Mataram berada pada ketinggian kurang dari 50 meter diatas permukaan laut (dpl) dengan rentang ketinggian sejauh 9 km
Struktur geologi Kota Mataram sebagian besar adalah jenis tanah liat dan tanah endapan tuff yang merupakan endapan alluvial yang berasal berasal dari kegiatan gunung berapi Rinjani.Secara visual terlihat seperti lempengan batu pecah, sedangkan dibawahnya terdapat lapisan pasir
Suhu udara Kota Mataram yaitu berkisar antara 20,4’C sampai dengan 32,10’C Kelembapan maximum 92% terjadi pada bulan Januari , April,Oktober dan November, sedangkan kelembapan minimum 67% terjadi pada bulan Oktober. Rata- Rata penyinaran matahari maximum pada bulan pebruari.Jumlah hari hujan terbanyak terjadi bulan November 27 hari, dengan curah hujan rata-rata mencapai 1.256,66 mm/tahun,dan jumlah hari relative yaini 110 hari /tahu.

umlah penduduk Kota Mataram berdasarkan Mataram dalam Angka (2007), tercatat 356.141 jiwa, dengan jumlah penduduk laki-laki 178.374 jiwa (50.09% ) dan jumlah penduduk perempuan 177.767 jiwa (49.91%) Rasio berdasarkan jenis kelamin (rasio jumlah penduduk laki-laki terhadap jumlah penduduk perempuan ),sebesar 1.003
Piramida Kependudukan Kota Mataram dalam 10 tahun terakhir menunjukan penduduk usia muda 0-24 tahun sebesar 49,99%, kelompok usia 25-59 tahun sebesar 43,41 % dan 60 tahun keatas sebesar 6,9% Kondisi lainya menunjukan bahwa jumlah penduduk perempuan lebih besar dari jumlah laki-laki
Presentase penduduk lanjut usia umur 65 tahun keatas terus meninkat selama periode 1990-2006.Peningkatan penduduk lansia ini terkait dengan peningkatan usia harapan hidup yaitu angka harapan hidup di Kecamatan Mataram adalah 72,67 Kecamatan Cakranegara sebesar 68,6 dan Kecamatan Ampenan sebesar 67,93
Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di Kota Mataram
Tahun 2007 (Setelah Pemekaran )

























NOKecamatanLaki-Laki(JiwaPerempuan(jiwa) Jumlah(jiwa)
1 Ampenan35.233 35.45070.683
2Mataram33.87433.78567.659
3Cakranegara 31.29631.36762.663
4 Sandubaya 23.705 24.034 47.739
5 Sekarbela 19.93220.18940.121
6 Selaparang 34.33432.94267.276
Total 178.374177.767356.141


ANGKUTAN DARAT

Prasarana transportasi darat terutama prasarana jalan masih perlu ditingkatkan pada ruas – ruas jalan tertentu sehingga mampu menampung volume lalu laintas yang cukup signifikan meskipun jumlah kendaraan terus mengalami peningkatan tiap tahun.

Kemacetan lalu lintas terjadi secara temporer di beberapa titik kota pada jam – jam tertentu dan tempat tertentu terutama kawasan dengan konsentrasi aktivitas yang cukup tinggi yaitu kawasan perdagangan dan pusat pendidikan. Pemeliharaan dan pengadaan prasarana lalu lintas dan sarana penunjang lainnya termasuk penyediaan dan penambahan rambu – rambu lalu lintas, marka jalan pembangunan jembatan penyebrangan.

Pemeliharaan dan penataan Terminal Tipe C di Lingkar Selatan maupun relokasi Terminal Kebon Roek dalam rangka untuk lebih menata keterlibatan lalu lintas kota dan member kenyamanan kepada masyarakat terus diupayakan olekgh Pemerintah Kota. Di samping itu, khususnya jumlah angkutan kota untuk sebagian besar trayek di Kota Mataram tetap dikendalikan untuk tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dalam arti disesuaikan dengan tingkat kebutuhan. Hal ini dimaksudkan agar tidak menambah beban volume lintas, disamping itu lebih menjaga eksistensi kemacetan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat pengguna jalan.



Angkutan Udara


Sejalan dengan perkembangan pembangunan, tentunya dukungan transportasi tidak saja pada transportasi darat, akan tetapi yang cukup penting juga adalah ketersediaan prasarana transportasi laut dan udara. Pelayanan transportasi udara di Kota Mataram sampai dengan kondisi ini, melalui Bandar Udara Selaparang yang merupakan pintu masuk wilayah NTB melalui udara.


Pengelolaan Bandar Udara Selaparang berada di bawah pengelolaan PT.Angkasa Pura I, Untuk menunjang kelancaran lalu lintas udara dari dan ke Mataram sejalan dengan lancarnya arus perekonomian, telah diupayakan pengembangan perpanjangan landasan udara, sehingga Bandar Udara Selaparang telah mampu didarati oleh pesawat dengan jenis Boieng 737-A



 

Free Software

Offical Blog

Open Profile